Casino Royale - James (SonyEricsson) Bond
![]() |
|
Sinopsis singkat
Film James Bond yang terakhir, Casino Royale, diangkat dari novel dengan judul yang sama karangan Ian Flemming. Novel ini adalah novel Flemming pertama mengenai James Bond si Agen 007. Bisa dibilang sejarah 007 dimulai dari sini.
Film diawali dengan kesuksesan Bond (Daniel Craig) dalam menangkap (baca : membunuh) seorang penghianat dalam MI6 beserta kaki tangannya. Adegan pembunuhan si kaki tangan cukup brutal, dengan gaya berkelahi yang bener-bener kasar. Kesuksesan ini menjadikan Bond naik pangkat dari agen biasa menjadi agen 00 (double O agent) dan mempunyai lisensi yang sah untuk membunuh.
Walaupun sudah naik pangkat, kebrutalan James Bond, tidak berkurang. Ini dibuktikannya ketika mengejar seorang tersangka pembuat bom di Madagaskar. aksi kejar-kejaran ini cukup asyik dinikmati. Kelincahan si target yang meloncat ke sana ke mari, dari satu gedung ke gedung yang lain mungkin bakal ngingetin kita ke aksi Jacky Chan. Aksi brutal Bond, gak berhenti sekalipun sasarannya sembunyi di kedutaan besar Senegal di Madagaskar. Dengan entengnya dia membunuh si tersangka dan kemudian meledakkan bagian belakang gedung kedutaan tersebut. Aksi Bond yang gak memperhatikan hukum internasional ini bikin marah M, boss MI6. M kemudian menyuruh agar Bond berlibur dan bersembunyi untuk sementara waktu.
Bond akhirnya berlibur, tapi dia tetap mencari orang di balik tersangka teroris yang dia bunuh di Madagaskar. Berdasar informasi yang dia dapat ketika memeriksa ponsel tersangka teroris itu membawanya ke satu nama: Le Chiffre (Mads Mikkelsen).
Cerita kemudian berlanjut dan pada akhirnya M dan MI6 bersedia memberi bantuan bagi Bond untuk menyelesaikan misinya kali ini, yaitu menangkap Le Chiffre. Untuk itu Bond harus ikut dalam kompetisi judi (jadi inget film Mandarin God of Gambler..
) yang diselenggarakan di sebuah kasino bernama Casino Royale di Montenegro. Untuk membiayai Bond dalam berjudi, dia didampingi oleh Vesper Lind (Eva Green), cewek akuntan dari departemen keuangan Inggris, yang ditugaskan untuk menjaga uang taruhan Bond. MI6 juga mengirimkan mobil khusus untuk Bond. Film kemudian berlanjut dengan usaha Bond untuk mengalahkan Le Chiffre dalam permainan poker.
Di sini Bond pertama kali bertemu dengan agen CIA, Felix Leiter, yang sering membantu aksinya. Agen CIA ini beberapa kali muncul di film-film Bond sebelumnya. Di sini juga digambarkan bagaimana dia berkenalan dengan minuman khas Bond, martini yang dikocok tapi tidak diaduk (shaken but not stirred), dan secara gak langsung di film ini diceritakan juga penyebab Bond jadi playboy dan jadi orang yang gak gampang percaya ke siapa-siapa.
Selanjutnya….mending nonton sendiri aja ya..
.
Kesan
Mengikuti film Superman Return dan mungkin juga Spiderman yang nunjukin sisi manusia dari sang superhero, di Casino Royale, James Bond yang bener-bener manusia digambarkan juga lebih membumi. Dia bisa jatuh cinta, bisa jengkel dan bisa merasakan sakit, yang gak ada mungkin cuma kebisaan dia untuk takut.
Aksi Daniel Craig, si James Bond boleh dibilang pas sebagai The Dark James Bond, Bond yang brutal. Film yang awalnya menegangkan, kemudian berubah jadi datar di pertengahan film. Setelah Le Chiffre mati (bagian terbunuhnya Le Chiffre ini rada nanggung menurut gue), filmnya berubah jadi film melodrama.
Perbedaan Casino Royale dibanding dengan film Bond yang lalu adalah penggunaan gadget. Di film ini, gak banyak gadget yang dipake, mungkin karena tokoh Q sang designer gadget belum diperkenalkan atau belum muncul di novel Bond pertama ini. Gadget utama dia cuma ponsel SonyEricsson. Dan sepanjang film, semua tokoh yang pake ponsel, pake ponsel keluaran SonyEricsson. Selain itu, semua notebook yang dipake seragam yaitu..VAIO.. Aneh aja masa dari penjahat sampe jagoan pake SE dan VAIO..:D, tapi kalo emang SE sponsor utama ya mo gimana lagi ya..
. Makannya bisa dibilang ini film James (SE) Bond…
.
Menurut gue, akhir dari film ini rada anti klimaks. Musuh yang muncul setelah dia mengalahkan Le Chiffre, gak ada apa-apanya dibanding dengan kedigdayaan Bond, dan kehebatan Le Chiffre.
Alur film-nya juga jadi datar setelah kematian
Anyway, secara garis besar Casino Royale asyik buat tontonan. Perbedaan citra Bond di sini dibandingkan dengan citra Bond milik Pierce Brosnan, Timmothy Dalton, Roger More, Sean Connery dan George Lazenby memang jadi daya tarik utama. Era bond yang flamboyan udah abis, selamat datang Bond yang brutal..
.
Ada satu hal yang rada ganggu waktu gue nonton film ini. Gue nonton di salah satu bioskop 21 yang berlokasi di Town Square di daerah Cilandak. Film ini jelas-jelas untuk 17 tahun ke atas, tapi petugas karcis gak keberatan waktu ada orang yang jelas-jelas bawa anak yang belum 17 tahun beli tiket. Petugas penjaga pintu studio juga cuek aja waktu orang tersebut nge-giring anak-anaknya masuk ke studio. Padahal menurut gue aksi brutal Bond di film ini gak kalah brutal dibanding aksi pegulat2 SmackDown yang sekarang lagi jadi musuh bersama keluarga Indonesia…
Last but not least, soundtrack-nya yang dinyanyiin sama Chris Cornell dan judulnya You Know My Name, menurut gue keren banget. Liriknya bisa diliat di sini, kalo mp3-nya silakan cari sendiri aja ya…
.
Buat yang belum nonton met nonton aja, buat yang udah nonton met nonton lagi aja kalo mau…
.

wah..wah berkesan banget ya filmnya…secara eksyen dan ceritanya bagusan departed menurut sy
Comment dari wied — 7 - December - 2006 @ 13:12:48
Saya juga suak sama bond baru ini, tapi yang merindukan Bond lama masih banyak lho.
Comment dari Herman Saksono — 9 - February - 2007 @ 08:02:11